Halo Sahabat TK SIN! Salam rindu dari kami untuk kalian semua!

Tentu saja sejak awal pandemi ini kita semua terpaksa harus diam di rumah dan tempat rekreasi pun ditutup. Sedih sekali ya. Sahabat pasti juga sudah rindu jalan-jalan bersama mama, papa dan keluarga yang lain kan? Walau sudah ada beberapa tempat wisata kembali dibuka, tetapi harus tetap mentaati serangkaian protokol kesehatan yang ketat.

Nah, untuk melepas kerinduan sekaligus belajar tentang binatang, pada tanggal 28 April 2021, anak-anak TK Strada Indriyasana baru saja jalan-jalan ke Taman Margasatwa Ragunan loh!
“Wah kok bisa ramai-ramai ke sana? Kan masih ada virus corona?”
Tenang saja, anak-anak TK Strada Indriyasana berekreasi ke Taman Margasatwa Ragunan tetap dari rumah masing-masing, atau biasa disebut Virtual Field Trip. Pasti Sahabat TK SIN bertanya-tanya seperti apa ya Virtual Field Trip itu? Apakah sama serunya dengan jalan-jalan langsung ke sana?

Yuk, Sahabat TK SIN, kita intip betapa serunya Virtual Field Trip ke Taman Margasatwa Ragunan!

Anak-anak TK Strada Indriyasana bertemu beberapa binatang di Taman Margasatwa Ragunan. Pertama bertemu burung unta atau ostrich, lalu gajah, jerapah, dan terakhir bertemu dengan burung pelikan.

Kegiatan ini dipandu oleh Ibu Wiwin dari sekolah, lalu ada Ibu Nindi, Ibu Sisca dan Ibu Wasti yang mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan secara langsung dibantu oleh Tim dari Ragunan. Ibu Wiwin menyapa anak-anak yang semangat untuk mengikuti Field Trip, bernyanyi bersama dan kemudian kegiatan dimulai dengan berdoa yang dipimpin oleh Agatha dari kelas B-1 Lumba-lumba. Tidak lupa juga ada sambutan dari Ibu Anna, Kepala TK Strada Indriyasana.

Ragunan 1
Ibu Wiwin memandu acara
Ragunan 4
Ibu Sisca, Ibu Wasti, Kak Joan, Ibu Dian, Ibu Nindi
Ragunan 2
Agatha memimpin doa sebelum memulai kegiatan field trip
Ragunan 7
Sambutan dari Ibu Anna

Anak-anak TK SIN pertama-tama mengunjungi rumah burung unta atau bisa juga disebut ostrich. Di sini Ibu Guru bertemu dengan Pak Teguh, bapak yang merawat burung unta di Taman Margasatwa Ragunan. Kata Pak Teguh, burung untanya memiliki nama loh! Nama dari tiga di antara mereka adalah Ella, Aldi dan Aldo. Bagus ya namanya!

2021-04-28 (46)
Memberi daun kumek untuk burung unta

Apakah Sahabat TK SIN tahu apa makanan burung unta? Makanan mereka adalah daun kumek dan pur. Mereka punya dua kuku, dan panjang-panjang. Burung unta juga berkembang biak dengan cara bertelur. Coba tebak, berapa berat telur burung unta? Jawabannya adalah beratnya 1 – 2 kilogram loh, Sahabat TK SIN! Wah… berat sekali ya telurnya~

2021-04-28 (39)
Bentuk telur burung unta

Anak-anak TK Strada Indriyasana sangat penuh perhatian. Ketika diperbolehkan bertanya, banyak anak-anak yang antusias mengacungkan jari tangannya untuk bertanya. Dua di antaranya ada Jonathan dari kelas B-1 dan Dimitri dari kelas A-1.

Jonathan bertanya apakah burung unta bisa terbang?
Pak Teguh menjawab kalau burung unta tidak bisa terbang, karena badannya besar. Tetapi burung unta bisa berlari kencang, kecepatannya bisa sampai 60 kilometer per jam. Wah, cepat sekali ya!

Kemudian Dimitri bertanya apakah makanan burung unta? dan kata Pak Teguh burung unta memakan daun kumek dan pur.

2021-04-28 (52)
Jonathan (TK B-1)
2021-04-28 (55)
Dimi (TK A-1)

Setelah mengunjungi burung unta, kami berpindah menuju istana gajah. Ibu guru di sana berpindah tempat dengan menaiki mobil listrik. Ternyata Taman Margasatwa Ragunan sudah dibuka untuk umum, tetapi jika berkunjung ke sana harus mematuhi protokol kesehatan.

Di istana gajah kami bertemu dengan Pak Azis yang merawat para gajah, juga dua ekor gajah yang bernama Mulyani dan Lestari. Mulyani berumur 37 tahun, dan Lestari berumur 8 tahun.

2021-04-28 (70)

Pak Azis mengatakan kalau setiap hari para gajah memakan rumput sampai 200 kilogram, ditambah kelapa, jagung, pepaya dan pisang. Banyak ya makan mereka, karena itu berat gajah bisa mencapai 500 sampai 3000 kilogram.

Mungkin Sahabat TK SIN selama ini bertanya-tanya, apakah gajah juga mandi seperti kita? Jawaban dari Pak Azis adalah gajah juga mandi. Di Taman Margasatwa Ragunan juga disediakan kolam untuk mereka berendam. Biasanya ketika mereka merasa panas, mereka berendam di kolam itu. Asik ya!

Di kesempatan kali ini, Adam dari kelas KB bertanya, “gadingnya gajah mana bu?” wah! Adam perhatian sekali sampai menyadari bahwa Mulyani dan Lestari tidak memiliki gading. Ke mana ya gadingnya mereka? Tentu Pak Azis punya jawabannya, dan ternyata Mulyani dan Lestari tidak memiliki gading karena mereka adalah gajah Sumatera berjenis kelamin perempuan. Gajah perempuan pada umumnya tidak memiliki gading, dan yang memiliki gading adalah gajah laki-laki.

2021-04-28 (84)
Gajah laki-laki yang memiliki gading (kiri) & Adam (kanan)

Mengunjungi burung unta sudah, ke istana gajah juga sudah. Sekarang waktunya bertemu dengan keluarga binatang yang tinggi dan berleher panjang! Ya, betul sekali, namanya adalah jerapah!

Kami bertemu dengan Pak Eka yang merawat para jerapah dan tiga ekor jerapah yang merupakan ayah, ibu dan anak. Jerapah berkembang biak dengan melahirkan, dan jerapah perempuan perlu mengandung selama 15 bulan. Leher jerapah yang panjang berfungsi untuk memakan daun di pohon, dan mereka mengambil makanan dengan lidahnya. Berbeda dengan gajah yang tadi menggunakan ujung belalai untuk mengambil makanan.

2021-04-28 (102)

Kali ini yang mendapat kesempatan untuk bertanya adalah Lovy dari kelas B-2. Lovy bertanya sampai umur berapa jerapah dapat hidup? Kemudian Pak Eka menjawab kalau jerapah bisa hidup sampai umur 20 – 25 tahun. Wah, sedih ya Sahabat TKSIN, umur jerapah tidak sepanjang umur gajah yang sebelumnya ditemui.

2021-04-28 (108)

Nah, setelah bertemu jerapah, kami bertemu dengan burung pelikan. Pertemuan ini sekaligus penutup dari kunjungan kami ke Taman Margasatwa Ragunan.

Ragunan 5
Burung Pelikan

Di Taman Margasatwa Ragunan terdapat 80 ekor burung pelikan. Makanan mereka adalah ikan. Mereka menggunakan paruhnya yang panjang untuk menangkap ikan.

Burung pelikan biasanya hidup berkelompok. Cara mereka berkembang biak sama seperti burung unta, yaitu dengan bertelur. Jadi mereka membuat sarang, kemudian bertelur di sana.

Ragunan 6
Ibu Dian, Kak Joan, Ibu Nindi, Ibu Sisca, Ibu Wasti

Setelah bertemu keempat hewan tadi, Ibu Patris mengajak kita untuk menyanyikan sebuah lagu berjudul “Kebun Binatang.” Lalu Ibu Patris menjelaskan, kenapa ya kita belajar rekreasi ke kebun binatang? Karena selama ini anak-anak sudah hebat belajar dari rumah. Kegiatan rekreasi ini membuat anak-anak mempunyai pengalaman tentang berekreasi dari rumah, sekaligus belajar tentang binatang secara langsung.

Ibu Patris juga berpesan, jika kita pergi rekreasi kita harus menjaga kebersihan linkungan dengan membuang sampah di tempat sampah agar lingkungannya tetap bersih dan sehat. Apalagi sekarang virus corona masih ada di sekitar kita. Anak-anak harus membawa bekal dan tetap patuh terhadap protokol kesehatan yaitu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas atau keluar rumah.

2021-04-28 (133)
Ibu Patris memberikan peneguhan

Kelancaran kegiatan Virtual Field Trip ini tentu saja merupakan berkat dari Tuhan Yesus yang Maha Baik. Oleh karena itu, tidak lupa kami berterima kasih kepada Tuhan Yesus atas hari dan kegiatan yang menyenangkan ini. Doa penutup dipimpin oleh Dhipa, salah satu anak hebat TK Strada Indriyasana.

2021-04-28 (139)
Dhipa (TK A-1) memimpin doa penutup

Nah, itulah serangkaian kegiatan Virtual Field Trip anak-anak TK Strada Indriyasana. Bagaimana? Walau dari rumah tapi tetap seru bukan?

Sahabat TK SIN, mari kita tetap berdoa bagi negara dan dunia ini agar pandemi COVID-19 bisa segera berakhir ya. Supaya kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa kembali. Bisa kembali belajar di sekolah, bermain bersama teman-teman dan ibu guru, juga jalan-jalan bersama keluarga.

Tetap jaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan ya, Sahabat TK SIN. Sampai jumpa lagi di cerita kami yang lainnya!

Ad Maiorem Dei Gloriam.

Sebarkan artikel ini